Lubang Ku Tak sebesar Itu !

\(✿^∀^)メ(^∀^)ノ “Headset!”, bareng @kapplak kalo ditanya apa penemuan paling hebat setelah INet abad ini. *rekomendasi Headset obat mujarab*

Ini adalah salah satu twit tentang saya dari fans teman. Dia tau kalo saya memang tidak bisa lepas dari benda yang satu itu. Menikmati musik dengan memakai headset itu seperti makan pizza ukuran gede dengan tripple topping ! hahahha. Yah, jadi ini sudah menjadi kebiasaan saya.

Saya pernah cerita sedikit tentang liburan saya sama teman-teman blogger Makassar bulan kemarin kan? yang pada akhirnya saya sakit. kalo belum silahkan mampir di sini. Sebenarnya ada sesuatu hal yang terjadi… sesuatu yang membuat saya jadi sakit, sesuatu yang membuat kebiasaan saya harus mulai dikurangi.

Keluarga Blogger AngingMammiri.org

Keluarga Blogger AngingMammiri.org

Terhitung saat itu adalah tanggal 2 Juni, kulari ke pantai kemudian teriakku. Sepi, sepi dan sendiri aku benci(syndrome AADC). Selama di sana asiikk, maen snorkel ampe bosan. Pulangnya blom ada gejala apa-apa. Sehari setelahnya mulai deh, kepala berat, dan finally demam. Selama sakit sebenarnya saya merasa ada yang aneh dengan telinga bagian kanan, tapi karena munculnya kadang-kadang jadi ya cuek saja… Setelah saya sembuh barulah saya merasa tidak nyaman dengan telinga ini, jadi saya korek-korek deh, pikiran saya pasti kemasukan air waktu kepantai dulu. Masukkan air hangat ke telinga, keluarkan, lompat-lompat sambil miringkan kepala, sampe tidur dengan posisi menghadap sebelah kanan. HASILNYA NOL.

Lanjut membaca

Semua Orang Punya Alasan

mungkin ada yang mendengar kalo saya sekarang sudah pindah kampus, sudah tidak medalami dunia komputer lagi. Ya, itu benar. Sekarang saya pindah kampus dan pindah aliran jurusan. sekarang saya di Psikologi, Universitas 45 Makassar. Banyak yang menanyakan alasan saya pindah, dan karena itulah saya menulisnya di sini.

Kenapa pindah?

Beberapa bulan yang lalu, seminggu sebelum saya mengurus kepindahan. Ada satu malam di mana saya tidak bisa tidur. Saya berpikir, berpikir tentang arah tujuan saya nantinya. Saya merasa kalau IT bukan jalan yang mesti saya tempuh. Selama kuliah hampir 4 semester, tidak ada satupun yang betul-betul saya pahami tentang IT. Semuanya terasa seperti angin lalu saja, tidak ada yang betul-betul singgah di kepala. Semua hal yang berhubungan dengan IT malah sebenarnya bukan saya dapat dari kampus, tapi dari luar kampus, komunitas.

Bukan hanya itu. Belajar dari apa yang saya lihat, dari dua saudara yang juga mendalami dunia IT saya kembali berpikir. Asri yang memang senang dengan IT bisa dibilang aman, lagian dia juga punya basic… Ashe? Bisa di bilang bagi dia anak kuliah hanya title, ke kampus saja hanya sekali sebulan. Dia tidak tau apapun tentang IT, tapi dia bisa survive di dunianya sendiri, dunia entertain. Bagaimana dengan saya? Basic tidak ada, survive di intertein? mimpi!

Lanjut membaca